Pemerintah menegaskan bahwa Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), Sekolah Rakyat, dan SMA Unggul Garuda merupakan tiga program pendidikan yang memiliki sasaran, konsep, dan mekanisme penyelenggaraan yang berbeda. Meski demikian, ketiganya dirancang untuk mendukung pemerataan akses sekaligus meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Seiring dimulainya Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Nasional Terintegrasi tahun 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memberikan penjelasan mengenai karakteristik masing-masing program agar masyarakat memahami tujuan pembentukannya.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa Sekolah Nasional Terintegrasi diperuntukkan bagi seluruh peserta didik tanpa membedakan latar belakang ekonomi. Berbeda dengan Sekolah Rakyat yang secara khusus menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem dengan sistem pendidikan berasrama, SNT menggunakan sistem sekolah reguler tanpa asrama.

Penerimaan peserta didik di Sekolah Nasional Terintegrasi dilakukan melalui proses seleksi berdasarkan prestasi akademik maupun nonakademik. Selain itu, calon siswa diprioritaskan berasal dari wilayah tempat sekolah tersebut berdiri sehingga keberadaannya dapat memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat di daerah.

Sementara itu, SMA Unggul Garuda memiliki fokus yang berbeda. Program tersebut hanya melayani jenjang sekolah menengah atas dengan konsep sekolah berasrama yang ditujukan untuk mengembangkan peserta didik berprestasi. Adapun SNT mengintegrasikan jenjang SMP dan SMA dalam satu ekosistem pendidikan yang berkesinambungan.

Menurut Abdul Mu’ti, keberadaan Sekolah Nasional Terintegrasi bukan hanya menghadirkan bangunan sekolah baru, tetapi juga menjadi pusat pengembangan mutu pendidikan di daerah. Program ini dirancang untuk memperkuat pembelajaran, pengembangan kompetensi guru, pembinaan karakter, pengembangan bakat dan talenta peserta didik, hingga pemanfaatan sarana pendidikan secara terpadu.

Melalui konsep tersebut, pemerintah berharap proses pendidikan dapat berlangsung lebih berkelanjutan karena perkembangan peserta didik dapat didampingi sejak jenjang SMP hingga SMA dalam lingkungan pendidikan yang sama.

Meski memiliki karakteristik berbeda, pemerintah menegaskan ketiga program tersebut saling melengkapi dan tidak saling menggantikan. Sekolah Nasional Terintegrasi, Sekolah Rakyat, dan SMA Unggul Garuda merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas sesuai kebutuhan masing-masing kelompok masyarakat.

Selain menjalankan berbagai program sekolah baru, pemerintah juga terus melanjutkan kebijakan lain seperti revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi serta kesejahteraan guru, sehingga transformasi pendidikan dapat berjalan secara menyeluruh di seluruh wilayah Indonesia.

Sumber: Kompas.com

Post a comment

Your email address will not be published.

Related Posts