9:00 - 16:00 WIB
Senin - Sabtu
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi meluncurkan SatuBeasiswa Indonesia, sebuah platform digital yang menghimpun informasi beasiswa dari berbagai lembaga di dalam maupun luar negeri. Platform ini dirancang untuk memudahkan masyarakat menemukan peluang pendanaan pendidikan sekaligus membantu penyedia beasiswa menjangkau calon penerima yang sesuai.
Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kemdiktisaintek, Sandro Mihradi, menjelaskan bahwa SatuBeasiswa Indonesia dibangun sebagai ekosistem digital yang mempertemukan pencari dan penyedia beasiswa melalui satu portal nasional.
Bagi pencari beasiswa, platform tersebut menyediakan profil talenta berdasarkan latar pendidikan, prestasi, dan minat. Pengguna juga dapat mencari program berdasarkan jenjang pendidikan, lokasi, serta bentuk pendanaan, sekaligus menyimpan dan memantau beasiswa yang diminati.
Sementara bagi penyedia beasiswa, tersedia profil lembaga yang telah terverifikasi, fasilitas untuk mempublikasikan program melalui dasbor, serta fitur pencarian calon penerima. Kedua pihak nantinya dapat dipertemukan melalui fitur pencocokan berdasarkan kesesuaian profil dan program beasiswa.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan, akses terhadap pendidikan tinggi masih menjadi tantangan bagi sebagian anak berbakat karena keterbatasan biaya. Menurutnya, beasiswa dapat menjadi salah satu sarana untuk membuka akses tersebut.
Brian berharap keberadaan SatuBeasiswa Indonesia dapat membuat informasi dan data beasiswa lebih terintegrasi. Dengan basis data yang lebih terpusat, penyaluran bantuan pendidikan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak mahasiswa dan berlangsung secara lebih merata.
Ia juga menyoroti pentingnya koordinasi antarpemberi beasiswa agar bantuan pendidikan tidak terkonsentrasi pada penerima tertentu, sementara calon penerima lainnya belum memperoleh dukungan.
Per 11 September 2026, SatuBeasiswa Indonesia telah mencatat 465 mitra dan program pemberi beasiswa dengan total nominal yang dilaporkan mencapai Rp1,1 triliun. Dari jumlah tersebut, sebanyak 340 berasal dari mitra filantropi, 54 pemerintah daerah, 27 pemerintah pusat, 27 perusahaan, dan 17 perguruan tinggi.
Data platform terus dikembangkan seiring dengan bertambahnya mitra dan proses verifikasi informasi. Hingga 15 September 2026, tercatat 71 program beasiswa telah ditayangkan secara publik.
Sandro menyebut data yang telah masuk mencakup pendanaan dari pemerintah pusat dan daerah sekitar Rp16,37 triliun, sementara kelompok swasta tercatat sekitar Rp1,5 miliar. Informasi tersebut juga mencakup lebih dari 853 penerima manfaat dari total kuota sekitar 1,22 juta orang.
Kemdiktisaintek menargetkan basis data SatuBeasiswa Indonesia terus diperluas sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi beasiswa secara lebih mudah, terstruktur, dan sesuai dengan profil masing-masing.
Sumber: Kompas.com
PT. Indonesia Emas Group (IEG) adalah perusahaan holding yang bergerak dalam bidang pendidikan dan industri kreatif, IEG memiliki beragam bisnis yang saling mendukung meliputi penerbitan dan percetakan, pengadaan alat tulis kantor (ATK), distribusi buku fisik dan digital, serta pengadaan alat peraga pendidikan. Perusahaan ini juga bergerak dalam layanan konsultan pendidikan, serta menyediakan kursus dan pelatihan untuk mendukung pengembangan kompetensi dan keterampilan sumber daya manusia (SDM) di berbagai instansi.
Selengkapnya