Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan pembangunan ruang kelas sementara bagi sekolah yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah tersebut dilakukan agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, terutama menjelang musim hujan.

Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Kemendikdasmen Saryadi mengatakan, bantuan tahap pertama akan diberikan untuk pembangunan 672 ruang kelas sementara dengan total anggaran mencapai Rp3,5 miliar.

Pembangunan tersebut diprioritaskan untuk sekolah yang mengalami kerusakan berat serta wilayah yang diperkirakan lebih dahulu memasuki musim hujan. Pemerintah sebelumnya telah mendirikan tenda kelas darurat yang diperkirakan hanya mampu digunakan selama sekitar empat hingga enam bulan.

Kemendikdasmen memberikan bantuan sebesar Rp4 juta untuk setiap ruang kelas sementara pada sejumlah satuan pendidikan. Sementara itu, pembangunan 65 ruang kelas sementara untuk SMP dan 29 ruang untuk SMA akan menyusul dengan bantuan masing-masing sebesar Rp15 juta per ruang.

Untuk jenjang SD, kebutuhan ruang kelas sementara masih dalam proses penghitungan. Pemerintah juga tengah melakukan verifikasi dan validasi data sebelum menentukan bantuan yang akan diberikan.

Berdasarkan data Kemendikdasmen hingga 10 September 2026, sebanyak 2.447 satuan pendidikan dari jenjang PAUD hingga SMA, SMK, dan SLB terdampak bencana gempa di NTT. Dari jumlah tersebut, 730 sekolah dilaporkan mengalami kerusakan berat.

Kerusakan juga terjadi pada ribuan ruang kelas. Sebanyak 8.728 dari total 13.750 ruang kelas yang terdata mengalami kerusakan. Jumlah tersebut masih dapat berubah seiring dengan proses pendataan dan verifikasi yang dilakukan pemerintah bersama pemerintah daerah.

Selain kerusakan infrastruktur, gempa juga berdampak langsung terhadap warga sekolah. Kemendikdasmen mencatat sebanyak 287.864 peserta didik serta 32.585 guru dan tenaga kependidikan terdampak akibat bencana tersebut.

Sebanyak 62.722 warga sekolah juga sempat berada di lokasi pengungsian. Kondisi tersebut membuat penyediaan ruang belajar yang lebih layak dan aman menjadi kebutuhan mendesak agar aktivitas pendidikan dapat kembali berlangsung.

Kemendikdasmen menargetkan pembangunan ruang kelas sementara dapat membantu sekolah terdampak menjalankan kegiatan pembelajaran sembari menunggu penanganan dan perbaikan bangunan sekolah yang mengalami kerusakan akibat gempa.

Sumber: Kompas.com

Post a comment

Your email address will not be published.

Related Posts