9:00 - 16:00 WIB
Senin - Sabtu
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat sejumlah perkembangan positif dalam sektor pendidikan sepanjang 2025. Salah satunya terlihat dari meningkatnya angka partisipasi sekolah (APS) untuk kelompok usia 7–18 tahun.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan, APS usia 7–18 tahun meningkat menjadi 93,13 persen, dibandingkan capaian sebelumnya yang berada di angka 92,37 persen. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI di Jakarta.
Selain partisipasi sekolah, peningkatan juga tercatat pada kualitas lingkungan belajar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Indeks Kualitas Lingkungan Belajar PAUD naik menjadi 65,15.
Pada aspek pembelajaran, ketercapaian standar literasi tercatat sebesar 67,94 persen, sedangkan numerasi mencapai 62,53 persen. Sementara itu, indikator karakter, iklim keamanan, inklusivitas, dan kebinekaan dalam kategori baik mencapai 42,66 persen.
Dari sisi lulusan, persentase lulusan yang bekerja dalam waktu kurang dari satu tahun setelah menyelesaikan pendidikan juga mengalami peningkatan. Angkanya mencapai 74,60 persen, naik dari sebelumnya 71,83 persen.
Perbaikan turut terlihat dalam tata kelola kementerian. Indeks Reformasi Birokrasi Kemendikdasmen meningkat menjadi 92,34, dibandingkan 89,10 pada tahun sebelumnya.
Berbagai capaian tersebut menjadi dasar bagi Kemendikdasmen untuk melanjutkan transformasi pendidikan pada 2027. Untuk mendukung agenda tersebut, kementerian memperoleh Pagu Anggaran Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp61,10 triliun, meningkat Rp2,86 triliun dari Pagu Indikatif sebesar Rp58,24 triliun.
Dari total anggaran tersebut, sekitar Rp55,5 triliun diarahkan untuk mendukung Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN). Anggaran tersebut mencakup berbagai program, mulai dari revitalisasi satuan pendidikan, dukungan wajib belajar, bantuan perlengkapan sekolah, Sekolah Nasional Terintegrasi, hingga digitalisasi pembelajaran.
Selain itu, pemerintah mengalokasikan anggaran untuk peningkatan kesejahteraan guru non-ASN, Program Indonesia Pintar (PIP), serta program Studio Guru.
Kemendikdasmen menilai berbagai kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan pendidikan yang bermutu dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat. Transformasi pendidikan pun diarahkan untuk mendukung visi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Sumber: Kompas.com
PT. Indonesia Emas Group (IEG) adalah perusahaan holding yang bergerak dalam bidang pendidikan dan industri kreatif, IEG memiliki beragam bisnis yang saling mendukung meliputi penerbitan dan percetakan, pengadaan alat tulis kantor (ATK), distribusi buku fisik dan digital, serta pengadaan alat peraga pendidikan. Perusahaan ini juga bergerak dalam layanan konsultan pendidikan, serta menyediakan kursus dan pelatihan untuk mendukung pengembangan kompetensi dan keterampilan sumber daya manusia (SDM) di berbagai instansi.
Selengkapnya