Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengapresiasi perguruan tinggi yang tetap memberikan kesempatan kepada mahasiswa dari keluarga kurang mampu di tengah keterbatasan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Brian mengatakan, pemerintah pusat setiap tahun menyiapkan anggaran lebih dari Rp15 triliun untuk mendukung mahasiswa yang membutuhkan bantuan melalui program KIP Kuliah. Namun, keterbatasan anggaran membuat tidak seluruh mahasiswa yang membutuhkan dapat memperoleh bantuan tersebut.

Dalam kondisi tersebut, Brian menyampaikan apresiasi kepada perguruan tinggi negeri maupun swasta yang bersedia memberikan keringanan biaya pendidikan hingga beasiswa bagi mahasiswa yang mengalami kendala finansial.

Menurut Brian, sejumlah perguruan tinggi tetap menerima mahasiswa penerima KIP Kuliah meskipun memiliki keterbatasan dalam pembiayaan. Ia menilai langkah tersebut menunjukkan adanya dukungan dari lingkungan perguruan tinggi untuk memperluas akses pendidikan tinggi.

Brian juga mengungkapkan bahwa dirinya kerap mendengar pimpinan perguruan tinggi menyatakan tidak akan mengeluarkan mahasiswa hanya karena persoalan ekonomi. Kampus, kata dia, berupaya mencari solusi agar mahasiswa tetap dapat melanjutkan pendidikan.

Selain perguruan tinggi, Brian turut mengapresiasi dunia industri yang ikut berkontribusi dalam penyediaan beasiswa. Ia meminta pimpinan kampus terus membangun kerja sama dengan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap akses pendidikan.

Sementara itu, pemerintah mengalokasikan anggaran KIP Kuliah sebesar Rp15,32 triliun pada 2026 dengan sasaran awal 1.047.221 mahasiswa. Namun, berdasarkan data yang disampaikan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari pada 26 Agustus 2026, jumlah penerima KIP Kuliah tahun ini tercatat sebanyak 1.018.742 mahasiswa.

Jumlah tersebut terdiri atas 840.792 mahasiswa yang sedang menjalani perkuliahan dan 177.950 mahasiswa baru. Penetapan penerima KIP Kuliah 2026 menggunakan basis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), dengan sasaran utama mahasiswa dari keluarga pada kelompok desil 1 dan kelompok yang memenuhi kriteria penerima.

Bantuan KIP Kuliah mencakup biaya pendidikan yang besarannya berkisar Rp2,4 juta hingga Rp12 juta, bergantung pada program studi. Selain itu, penerima juga mendapatkan bantuan biaya hidup sekitar Rp800.000 hingga Rp1,4 juta.

Di tengah keterbatasan penerima KIP Kuliah, dukungan dari perguruan tinggi dan pihak lain menjadi bagian dari upaya memperluas kesempatan mahasiswa untuk tetap menempuh pendidikan tinggi.

Sumber: Kompas.com

Post a comment

Your email address will not be published.

Related Posts