Minat sebagian siswa terhadap pelajaran sejarah menjadi perhatian Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menilai, ketertarikan generasi muda terhadap sejarah masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian serius.

Menurut Mu’ti, terdapat sejumlah faktor yang membuat siswa kurang tertarik mempelajari sejarah. Salah satunya adalah kecenderungan anak muda yang lebih berorientasi pada kehidupan masa kini dan masa depan dibandingkan melihat kembali perjalanan masa lalu.

Selain itu, metode pembelajaran sejarah di sekolah juga dinilai turut memengaruhi minat siswa. Cara mengajar yang kurang menarik dapat membuat peserta didik mempertanyakan relevansi dan manfaat mempelajari berbagai peristiwa di masa lalu.

Mu’ti menilai pembelajaran sejarah perlu dikembangkan dengan pendekatan yang lebih kontekstual. Konsep pembelajaran mendalam (deep learning) dinilai dapat membantu siswa memahami sejarah bukan sekadar sebagai rangkaian tanggal dan peristiwa, tetapi sebagai bagian dari perjalanan peradaban bangsa yang memiliki kaitan dengan kehidupan saat ini.

Untuk mendukung upaya tersebut, Kemendikdasmen bekerja sama dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) untuk memperkaya materi buku sejarah pada jenjang SMA.

Kepala ANRI Mego Pinandito mengatakan, pihaknya bersama Kemendikdasmen akan memetakan dan memilah bagian-bagian yang masih perlu dilengkapi dalam buku sejarah SMA.

Pengayaan tersebut tidak hanya diarahkan untuk melengkapi urutan peristiwa secara kronologis, tetapi juga memperkaya materi serta menyesuaikan model implementasi pembelajaran agar lebih relevan bagi siswa.

Langkah ini diharapkan dapat membuat pembelajaran sejarah lebih menarik sekaligus membantu siswa memahami bahwa sejarah bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan bagian penting untuk memahami perjalanan bangsa dan kehidupan di masa kini.

Sumber: Kompas.com

Post a comment

Your email address will not be published.

Related Posts