Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyatakan belum memiliki rencana untuk membangun dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan kampus.

Kepala Kantor Komunikasi, Informasi dan Pelayanan Publik UPI Vidi Sukmayadi mengatakan hingga saat ini kampus masih mempertimbangkan berbagai aspek sebelum memutuskan terlibat langsung dalam operasional dapur MBG.

Menurut Vidi, pihak kampus juga belum menjalin komunikasi resmi dengan Badan Gizi Nasional terkait rencana pembangunan dapur program tersebut.

Meski belum ikut dalam pengelolaan dapur MBG, UPI menegaskan tetap mendukung program pemerintah melalui kontribusi akademik dan penelitian ilmiah yang relevan dengan peningkatan kualitas gizi masyarakat.

UPI disebut akan memaksimalkan peran perguruan tinggi melalui pelaksanaan Tri Dharma, khususnya di bidang riset dan kajian akademik yang berkaitan dengan program makan bergizi gratis.

Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana mendorong setiap perguruan tinggi memiliki minimal satu dapur MBG sebagai bagian dari dukungan terhadap program nasional pemenuhan gizi.

Usulan tersebut disampaikan saat Forum U25 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum di Makassar pada April 2026. Dalam forum itu, Dadan juga meresmikan dapur MBG pertama di lingkungan perguruan tinggi negeri berbadan hukum yang berada di Universitas Hasanuddin.

Sejumlah perguruan tinggi diketahui mulai merespons ajakan tersebut dengan pendekatan berbeda. IPB University misalnya, menyatakan kesiapan mengoperasikan dua dapur MBG di wilayah Bogor.

Sementara beberapa kampus lain masih melakukan kajian mendalam terkait kesiapan infrastruktur, pendanaan, dan sistem pengelolaan sebelum ikut terlibat secara langsung dalam program tersebut.

Selain UPI, Universitas Negeri Malang juga memilih fokus pada kontribusi akademik dan penelitian dibanding membangun dapur MBG di lingkungan kampus.

Sumber: Kompas.com

Post a comment

Your email address will not be published.

Related Posts