Pemerintah mulai merealisasikan program pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan berkualitas di berbagai daerah. Sebanyak 100 sekolah baru direncanakan mulai dibangun pada 2026 dengan konsep pendidikan terpadu dan sistem berasrama.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, mengatakan program tersebut merupakan salah satu langkah strategis pemerintah untuk menghadirkan sekolah unggulan yang mampu mencetak generasi berdaya saing tinggi. Sejumlah lokasi telah dipersiapkan, termasuk pemanfaatan fasilitas milik Kemendikdasmen dan pembangunan unit baru di daerah yang telah melalui proses seleksi.

Selain pembangunan sekolah baru, pemerintah juga akan membuka beberapa Sekolah Nasional Terintegrasi di lingkungan balai pendidikan yang telah tersedia. Salah satu sekolah direncanakan beroperasi di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai bagian dari pengembangan pusat pendidikan masa depan.

Sekolah Nasional Terintegrasi akan menggabungkan kurikulum nasional dengan standar internasional. Model pembelajaran yang diterapkan menekankan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, rekayasa, seni, matematika, serta olahraga melalui pendekatan STEAMS yang dirancang untuk menjawab kebutuhan pendidikan abad ke-21.

Penguatan kemampuan bahasa asing juga menjadi salah satu ciri utama sekolah ini. Peserta didik akan dibiasakan menggunakan bahasa internasional dalam aktivitas pembelajaran dan komunikasi sehari-hari, sehingga memiliki kesiapan lebih baik dalam menghadapi persaingan global.

Tidak hanya fokus pada akademik, sekolah tersebut juga akan menyediakan program sertifikasi dan pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Pemerintah berharap lulusan Sekolah Nasional Terintegrasi memiliki kompetensi yang lebih lengkap, baik dari sisi pengetahuan maupun keahlian praktis.

Dengan konsep pendidikan terpadu, fasilitas modern, dan sistem yang berkelanjutan antarjenjang, Sekolah Nasional Terintegrasi diharapkan menjadi pusat pengembangan mutu pendidikan di berbagai wilayah. Program ini juga dirancang bersifat inklusif dan dapat diakses tanpa membebani peserta didik dengan biaya pendidikan.

Sumber: Kompas.com

Post a comment

Your email address will not be published.

Related Posts