9:00 - 16:00 WIB
Senin - Sabtu
Pemerintah menilai kebutuhan tenaga terampil di bidang sains dan teknologi masih menjadi tantangan besar bagi Indonesia. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) mencatat proporsi talenta di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) di Indonesia saat ini masih berada di bawah 20 persen dari total sumber daya manusia.
Direktur Strategi dan Sistem Pembelajaran Kemendikti Saintek, Ardi Findyartini, mengatakan angka tersebut masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara maju yang telah memiliki talenta STEM di kisaran 30 hingga 40 persen. Menurutnya, peningkatan jumlah lulusan dan tenaga ahli di bidang STEM menjadi penting untuk mendukung kebutuhan pembangunan nasional dan transformasi ekonomi berbasis teknologi.
Meski mendorong penguatan STEM, pemerintah menegaskan tidak akan mengabaikan bidang sosial humaniora. Ardi menyebut disiplin ilmu sosial dan humaniora tetap memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa, terutama dalam aspek kebijakan, budaya, dan penguatan karakter masyarakat.
Dalam berbagai program pengembangan talenta, termasuk skema Beasiswa Garuda Sarjana, pemerintah tetap memberikan perhatian yang seimbang antara bidang STEM dan sosial humaniora. Prioritas utama, menurut Ardi, adalah relevansi bidang studi dengan kebutuhan dan agenda pembangunan nasional.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menekankan bahwa pengembangan pendidikan tidak boleh memisahkan sains dan teknologi dari seni. Ia menilai pendekatan yang tepat adalah STEAM, yakni integrasi antara Science, Technology, Engineering, Arts, dan Mathematics.
Fajar menilai unsur seni justru menjadi bagian penting dalam pengembangan teknologi karena memberikan sentuhan kreativitas dan nilai kemanusiaan. Menurutnya, kemajuan teknologi yang tidak disertai pengembangan seni dan budaya akan kehilangan dimensi yang membuat inovasi lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Pemerintah berharap peningkatan talenta STEM dapat berjalan beriringan dengan penguatan bidang seni dan humaniora sehingga Indonesia memiliki sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga kreatif, adaptif, dan memiliki perspektif sosial yang kuat.
Sumber: Kompas.com
PT. Indonesia Emas Group (IEG) adalah perusahaan holding yang bergerak dalam bidang pendidikan dan industri kreatif, IEG memiliki beragam bisnis yang saling mendukung meliputi penerbitan dan percetakan, pengadaan alat tulis kantor (ATK), distribusi buku fisik dan digital, serta pengadaan alat peraga pendidikan. Perusahaan ini juga bergerak dalam layanan konsultan pendidikan, serta menyediakan kursus dan pelatihan untuk mendukung pengembangan kompetensi dan keterampilan sumber daya manusia (SDM) di berbagai instansi.
Selengkapnya