Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti sejumlah wilayah di Samarinda, Kalimantan Timur, mulai memengaruhi aktivitas masyarakat. Salah satu dampaknya terlihat dari meningkatnya permintaan masker, terutama untuk anak-anak.

Pemilik Apotek Adiba di Jalan Biawan, Samarinda, Hakim mengatakan, permintaan masker mulai mengalami peningkatan sejak Juli 2026. Secara keseluruhan, penjualan masker di apoteknya meningkat sekitar 15 persen dibandingkan kondisi sebelumnya.

Menariknya, kenaikan permintaan paling banyak terjadi pada masker anak. Orangtua menjadi kelompok yang paling sering membeli masker untuk melindungi anak mereka dari paparan asap karhutla.

Sementara itu, permintaan masker untuk orang dewasa tidak mengalami peningkatan yang terlalu signifikan. Hakim mengatakan, penjualan masker dewasa masih relatif normal.

Mengantisipasi peningkatan permintaan, Apotek Adiba juga menambah persediaan masker, khususnya jenis untuk anak-anak. Stok tersebut didatangkan dari Pulau Jawa dengan pembelian dalam jumlah besar melalui platform daring agar mendapatkan harga yang lebih terjangkau.

Hakim menyebut tren peningkatan pembelian sudah terlihat sejak Juli, kembali meningkat pada Agustus, dan masih berlanjut hingga September. Kondisi tersebut mengingatkannya pada tingginya permintaan masker saat pandemi Covid-19.

Peningkatan kebutuhan masker juga dirasakan oleh pedagang kelontong di kawasan Lambung Mangkurat, Samarinda. Pemilik warung, Solihin, mengatakan hampir setiap hari ada masyarakat yang datang membeli masker sejak kabut asap mulai mengganggu aktivitas.

Untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, Solihin turut menambah stok dengan menyediakan beberapa jenis masker dengan harga yang bervariasi. Menurutnya, permintaan masker memang meningkat selama kondisi udara dipengaruhi asap karhutla.

Meski persediaan masih aman, Solihin berharap kondisi kabut asap tidak berlangsung lama. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker, terutama ketika membawa anak beraktivitas di luar rumah.

Menurutnya, paparan asap tidak selalu terlihat pekat, tetapi tetap perlu diwaspadai apabila terjadi secara terus-menerus. Penggunaan masker menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi paparan asap selama kondisi karhutla masih berlangsung.

Sumber: Kompas.com

Post a comment

Your email address will not be published.

Related Posts