9:00 - 16:00 WIB
Senin - Sabtu
Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 kembali menjadi sorotan. Komisi X DPR RI mengungkap masih maraknya praktik kecurangan dalam proses penerimaan siswa baru di berbagai daerah, mulai dari manipulasi dokumen hingga dugaan praktik titipan peserta didik.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Himmatul Aaliyah menegaskan bahwa sistem penerimaan murid harus berjalan adil dan transparan karena berkaitan langsung dengan hak dasar anak untuk memperoleh pendidikan.
Menurutnya, persoalan dalam SPMB tidak boleh terus berulang setiap tahun karena dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan nasional. Ia menilai, pendidikan yang berkualitas tidak akan tercapai jika proses seleksi masuk sekolah masih diwarnai praktik manipulatif.
Dalam evaluasi yang dilakukan DPR bersama sejumlah lembaga, ditemukan berbagai persoalan seperti pemalsuan data domisili, perpindahan alamat fiktif demi mendekati sekolah favorit, hingga keterbatasan daya tampung sekolah negeri di wilayah padat penduduk.
Komisi X juga menyoroti masih adanya daerah yang belum memiliki akses sekolah negeri memadai, sehingga banyak lulusan SMP kesulitan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA maupun SMK.
Selain itu, DPR mengingatkan adanya dugaan praktik pungutan liar dan intervensi oknum tertentu untuk meloloskan calon siswa di luar mekanisme resmi. Kondisi tersebut dinilai mencederai prinsip keadilan dalam dunia pendidikan.
Untuk mengatasi persoalan itu, DPR mendorong penguatan sistem digitalisasi penerimaan siswa dengan integrasi data kependudukan, data sosial ekonomi, dan data pendidikan antara pemerintah pusat dan daerah.
Komisi X juga meminta pemerintah daerah lebih serius mengalokasikan anggaran pendidikan, termasuk untuk pembangunan sekolah baru dan peningkatan kualitas guru, agar persoalan daya tampung tidak terus terjadi setiap tahun.
Himmatul menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh dijadikan kepentingan politik ataupun sektoral daerah. Ia berharap seluruh pihak dapat menjadikan SPMB sebagai sistem yang benar-benar berpihak pada masa depan anak-anak Indonesia.
Sumber: Kompas.com
PT. Indonesia Emas Group (IEG) adalah perusahaan holding yang bergerak dalam bidang pendidikan dan industri kreatif, IEG memiliki beragam bisnis yang saling mendukung meliputi penerbitan dan percetakan, pengadaan alat tulis kantor (ATK), distribusi buku fisik dan digital, serta pengadaan alat peraga pendidikan. Perusahaan ini juga bergerak dalam layanan konsultan pendidikan, serta menyediakan kursus dan pelatihan untuk mendukung pengembangan kompetensi dan keterampilan sumber daya manusia (SDM) di berbagai instansi.
Selengkapnya