9:00 - 16:00 WIB
Senin - Sabtu
Kondisi literasi di Nusa Tenggara Timur pada 2026 masih menjadi perhatian serius. Sejumlah siswa di jenjang pendidikan menengah dilaporkan belum memiliki kemampuan membaca yang lancar, bahkan hingga tingkat sekolah menengah atas.
Bunda Literasi NTT, Asti Laka Lena, mengungkapkan bahwa persoalan ini telah berlangsung cukup lama dan belum menunjukkan perbaikan signifikan sejak awal 2000-an. Ia menyebut, masih ditemukan siswa SMP dan SMA yang belum mampu membaca dengan baik, bahkan sebagian mahasiswa masih kesulitan memahami isi bacaan.
Menurutnya, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Kemampuan membaca dan memahami informasi dinilai berperan besar dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.
Berbagai upaya pun terus dilakukan untuk memperbaiki kondisi tersebut. Asti mendorong peningkatan literasi melalui program pemberdayaan masyarakat, termasuk lewat kegiatan yang melibatkan keluarga dan komunitas. Perannya semakin luas setelah ia aktif dalam gerakan literasi daerah, termasuk melalui program-program yang terintegrasi dengan kegiatan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK).
Namun, tantangan di lapangan tidaklah ringan. Keterbatasan fasilitas pendukung, seperti ketersediaan buku dan sarana belajar, masih menjadi kendala utama. Selain itu, minat baca anak yang beragam—terutama pada usia remaja—menjadi faktor lain yang perlu diatasi dengan pendekatan yang lebih kreatif.
Paparan teknologi dan penggunaan gawai juga disebut turut memengaruhi kebiasaan membaca. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang lebih adaptif untuk menarik minat generasi muda, misalnya melalui kegiatan lomba menulis, pemanfaatan media kreatif, hingga pendekatan berbasis hiburan.
Di sisi lain, penyediaan bahan bacaan yang sesuai usia terus diupayakan agar anak-anak memiliki akses terhadap buku yang menarik dan relevan. Kolaborasi dengan berbagai pihak juga dilakukan untuk memperluas jangkauan program literasi di daerah.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, upaya peningkatan literasi di NTT terus digencarkan. Pemerintah daerah bersama pemangku kepentingan berharap langkah ini dapat mendorong terbentuknya generasi yang lebih kompeten, kritis, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Sumber: Kompas.com
PT. Indonesia Emas Group (IEG) adalah perusahaan holding yang bergerak dalam bidang pendidikan dan industri kreatif, IEG memiliki beragam bisnis yang saling mendukung meliputi penerbitan dan percetakan, pengadaan alat tulis kantor (ATK), distribusi buku fisik dan digital, serta pengadaan alat peraga pendidikan. Perusahaan ini juga bergerak dalam layanan konsultan pendidikan, serta menyediakan kursus dan pelatihan untuk mendukung pengembangan kompetensi dan keterampilan sumber daya manusia (SDM) di berbagai instansi.
Selengkapnya