9:00 - 16:00 WIB
Senin - Sabtu
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menilai perbandingan biaya pendidikan antara Indonesia dan Singapura tidak dapat dilakukan secara langsung. Menurutnya, kedua negara memiliki kondisi, skala, dan tantangan sistem pendidikan yang sangat berbeda sehingga tidak dapat dibandingkan secara setara.
Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti sebagai respons atas pernyataan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang mengungkapkan bahwa biaya menyekolahkan anak di Singapura pernah lebih murah dibandingkan di Jakarta. Mu’ti menegaskan, kompleksitas penyelenggaraan pendidikan di Indonesia jauh lebih besar karena harus melayani jutaan peserta didik yang tersebar di berbagai wilayah.
Ia menjelaskan, Indonesia memiliki sekitar 400 ribu satuan pendidikan dengan jumlah peserta didik mencapai lebih dari 53 juta orang. Kondisi tersebut membuat tantangan penyediaan layanan pendidikan di Indonesia berbeda dengan negara yang memiliki wilayah dan populasi lebih kecil seperti Singapura.
Sebelumnya, Tito Karnavian menceritakan pengalamannya saat tinggal di Singapura, ketika proses pendaftaran sekolah bagi ketiga anaknya dilakukan sepenuhnya secara digital melalui sistem pemerintah setempat. Menurut Tito, mekanisme tersebut mempermudah proses administrasi tanpa harus mendatangi sekolah secara langsung.
Selain mempermudah layanan, Tito juga menyebut biaya pendidikan yang dikeluarkan selama anak-anaknya bersekolah di Singapura relatif lebih rendah. Ia menilai hal itu tidak hanya dipengaruhi besaran uang sekolah, tetapi juga efisiensi biaya transportasi karena lokasi sekolah berada dekat dengan tempat tinggal.
Meski demikian, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa perbedaan kondisi antara Indonesia dan Singapura harus menjadi pertimbangan utama sebelum membandingkan biaya maupun sistem pendidikan kedua negara. Menurutnya, skala layanan pendidikan nasional yang jauh lebih besar membuat tantangan pengelolaan pendidikan di Indonesia memiliki karakteristik yang berbeda.
Sumber: Kompas.com
PT. Indonesia Emas Group (IEG) adalah perusahaan holding yang bergerak dalam bidang pendidikan dan industri kreatif, IEG memiliki beragam bisnis yang saling mendukung meliputi penerbitan dan percetakan, pengadaan alat tulis kantor (ATK), distribusi buku fisik dan digital, serta pengadaan alat peraga pendidikan. Perusahaan ini juga bergerak dalam layanan konsultan pendidikan, serta menyediakan kursus dan pelatihan untuk mendukung pengembangan kompetensi dan keterampilan sumber daya manusia (SDM) di berbagai instansi.
Selengkapnya