9:00 - 16:00 WIB
Senin - Sabtu
Peningkatan akses beasiswa menjadi salah satu isu utama yang disampaikan kalangan akademisi dalam pertemuan bersama Presiden Prabowo Subianto pada rangkaian Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia yang berlangsung di Jakarta. Forum tersebut mempertemukan rektor, dosen, guru besar, peneliti, dan pemerintah untuk membahas penguatan pendidikan tinggi serta pengembangan sumber daya manusia Indonesia.
Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), Eduart Wolok, menyampaikan bahwa usulan mengenai penambahan program beasiswa menjadi aspirasi yang paling banyak disampaikan peserta. Beasiswa tersebut diharapkan tidak hanya menyasar mahasiswa berprestasi dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu, tetapi juga dosen yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang doktor.
Menurut Eduart, pembangunan sumber daya manusia harus dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. Karena itu, peningkatan kualitas tenaga pendidik di perguruan tinggi dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan sistem pendidikan yang semakin berkualitas.
Ia menambahkan bahwa kesempatan bagi dosen untuk menempuh pendidikan doktor melalui dukungan beasiswa akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan mutu pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di perguruan tinggi.
Usulan tersebut, lanjut Eduart, mendapat tanggapan positif dari Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah dinilai memiliki komitmen yang sama untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan akses pendidikan dan pengembangan kompetensi tenaga akademik.
Menanggapi aspirasi tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyampaikan bahwa pemerintah akan mengkaji kemungkinan penambahan kuota beasiswa doktor bagi dosen di dalam negeri. Selain itu, pemerintah juga akan mengevaluasi peluang peningkatan alokasi beasiswa bagi mahasiswa berprestasi maupun mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.
Brian menjelaskan bahwa pembahasan mengenai tambahan anggaran beasiswa akan dilakukan bersama Kementerian Keuangan dan Kementerian Sekretariat Negara sebelum hasilnya disampaikan kepada Presiden. Menurutnya, pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat peran pendidikan tinggi sebagai fondasi pembangunan nasional.
Melalui berbagai usulan tersebut, diharapkan kebijakan beasiswa ke depan mampu membuka kesempatan belajar yang lebih luas sekaligus meningkatkan kualitas tenaga pendidik dan lulusan perguruan tinggi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.
Jika dibandingkan dengan naskah sumber, versi ini menggunakan struktur berita yang lebih mengalir, bahasa yang lebih formal, dan redaksi yang berbeda sehingga cocok digunakan sebagai artikel berita di media atau portal informasi.
Sumber: Kompas.com
PT. Indonesia Emas Group (IEG) adalah perusahaan holding yang bergerak dalam bidang pendidikan dan industri kreatif, IEG memiliki beragam bisnis yang saling mendukung meliputi penerbitan dan percetakan, pengadaan alat tulis kantor (ATK), distribusi buku fisik dan digital, serta pengadaan alat peraga pendidikan. Perusahaan ini juga bergerak dalam layanan konsultan pendidikan, serta menyediakan kursus dan pelatihan untuk mendukung pengembangan kompetensi dan keterampilan sumber daya manusia (SDM) di berbagai instansi.
Selengkapnya