9:00 - 16:00 WIB
Senin - Sabtu
Kepala Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG) Deni Septiadi dinonaktifkan dari jabatannya per 17 September 2026. Deni mengaku baru mengetahui keputusan tersebut sehari setelah penonaktifannya berlaku.
Melalui akun Instagram pribadinya, Jumat (18/9/2026), Deni menyampaikan bahwa dirinya telah dimutasi sementara ke Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) di bawah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Deni kemudian mengonfirmasi kabar tersebut saat dihubungi Kompas.com. Ia membenarkan bahwa dirinya tidak lagi menjabat sebagai Kepala STMKG sejak 17 September 2026.
“Iya benar, saya dinonaktifkan sebagai Ketua STMKG per 17 September 2026. Baru tahu hari ini (18 September),” ujar Deni melalui pesan singkat.
Penonaktifan tersebut disebut terjadi secara mendadak. Pasalnya, sehari sebelum mengetahui dirinya dinonaktifkan, Deni masih menjalankan sejumlah kegiatan sebagai Kepala STMKG.
Ia bahkan sempat memimpin prosesi yudisium kelulusan 260 mahasiswa. Pada Jumat pagi, Deni juga masih memimpin rapat untuk persiapan semester ganjil tahun akademik 2026.
“Bahkan tadi pagi sempat pimpin rapat semester ganjil 2026,” tuturnya.
Dimutasi ke PPSDM BMKG
Setelah tidak lagi menjabat sebagai Kepala STMKG, Deni akan menjalankan tugas di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) BMKG.
Masa tugas Deni sebagai Kepala STMKG berlangsung sekitar satu tahun 10 bulan. Selama memimpin sekolah kedinasan tersebut, ia juga aktif mengajar sebagai dosen bidang ilmu meteorologi.
Dengan adanya mutasi tersebut, Deni mengatakan dirinya tidak lagi dapat menjalankan aktivitas mengajar di STMKG.
“Kalau dilihat dari mutasinya jelas tidak dikembalikan sebagai dosen lagi,” kata Deni.
STMKG sendiri merupakan sekolah kedinasan yang berada di bawah naungan BMKG dan menyelenggarakan pendidikan di bidang meteorologi, klimatologi, dan geofisika.
Alumnus STMKG dan Lulusan ITB
Deni Septiadi bukan merupakan orang baru di lingkungan STMKG. Ia tercatat sebagai alumnus STMKG dan menyelesaikan pendidikan pada 2000.
Setelah itu, Deni melanjutkan pendidikan magister dan doktoral di Institut Teknologi Bandung (ITB), pada bidang Sains Kebumian di Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian.
Sebelum akhirnya memimpin STMKG, Deni juga menjalani aktivitas akademik sebagai dosen. Dengan berakhirnya masa tugasnya sebagai kepala sekolah kedinasan tersebut, perannya di lingkungan STMKG kini turut berubah.
Hingga saat ini, Deni menyampaikan bahwa dirinya akan menjalankan tugas baru di lingkungan PPSDM BMKG setelah dimutasi dari STMKG.
Sumber: Kompas.com
PT. Indonesia Emas Group (IEG) adalah perusahaan holding yang bergerak dalam bidang pendidikan dan industri kreatif, IEG memiliki beragam bisnis yang saling mendukung meliputi penerbitan dan percetakan, pengadaan alat tulis kantor (ATK), distribusi buku fisik dan digital, serta pengadaan alat peraga pendidikan. Perusahaan ini juga bergerak dalam layanan konsultan pendidikan, serta menyediakan kursus dan pelatihan untuk mendukung pengembangan kompetensi dan keterampilan sumber daya manusia (SDM) di berbagai instansi.
Selengkapnya