9:00 - 16:00 WIB
Senin - Sabtu
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meminta sekolah turut membangun kesiapsiagaan dan ketenangan siswa menyusul dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Menurutnya, sekolah tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya pembelajaran, tetapi juga perlu memberikan pemahaman kepada siswa mengenai keselamatan dan kesehatan saat kondisi darurat.
Mu’ti mengatakan, materi mengenai keselamatan dapat disisipkan di sela kegiatan belajar. Siswa juga diimbau tetap tenang, menjaga kesehatan, serta mengikuti informasi dan arahan yang disampaikan oleh pihak berwenang.
Di sisi lain, Kemendikdasmen memberikan fleksibilitas terhadap pelaksanaan pembelajaran di wilayah yang terdampak erupsi. Durasi dan jam belajar dapat disesuaikan dengan kondisi di masing-masing daerah sehingga tidak harus mengikuti waktu pembelajaran normal.
Untuk wilayah yang mengalami dampak cukup berat, kegiatan belajar dapat dialihkan dari sekolah ke rumah melalui pembelajaran daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kabupaten Serang, Banten, dan Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, menjadi wilayah yang dapat menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran berdasarkan kondisi setempat.
Penyesuaian tersebut juga dapat mengacu pada Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Dengan demikian, keputusan mengenai pelaksanaan pembelajaran dapat disesuaikan dengan tingkat risiko dan kondisi lingkungan di sekitar sekolah.
Sementara itu, sekolah yang tidak terdampak secara langsung masih dapat melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Siswa dan tenaga pendidik diimbau menggunakan masker, menghindari kegiatan di luar ruangan, menutup pintu dan jendela, serta memastikan kegiatan belajar berlangsung dalam kondisi yang aman.
Mu’ti menegaskan bahwa keputusan penerapan PJJ maupun bentuk penyesuaian pembelajaran lainnya berada pada kewenangan pemerintah daerah. Hal tersebut dinilai penting karena pemerintah daerah memiliki informasi paling mutakhir mengenai kondisi wilayah masing-masing.
Dengan adanya penyesuaian tersebut, pemerintah berharap kegiatan pendidikan tetap dapat berjalan tanpa mengabaikan keselamatan dan kesehatan siswa maupun tenaga pendidik selama kondisi erupsi Anak Krakatau masih berdampak.
Sumber: Kompas.com
PT. Indonesia Emas Group (IEG) adalah perusahaan holding yang bergerak dalam bidang pendidikan dan industri kreatif, IEG memiliki beragam bisnis yang saling mendukung meliputi penerbitan dan percetakan, pengadaan alat tulis kantor (ATK), distribusi buku fisik dan digital, serta pengadaan alat peraga pendidikan. Perusahaan ini juga bergerak dalam layanan konsultan pendidikan, serta menyediakan kursus dan pelatihan untuk mendukung pengembangan kompetensi dan keterampilan sumber daya manusia (SDM) di berbagai instansi.
Selengkapnya