Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat sistem pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyusul masih terjadinya sejumlah kasus keracunan makanan di berbagai daerah. Selain menyampaikan permintaan maaf kepada para korban, BGN juga menyiapkan berbagai langkah baru untuk meningkatkan keamanan pangan, mulai dari penyempurnaan standar operasional hingga pemberian sanksi tegas bagi dapur yang melanggar aturan.

Kepala BGN, Sudaryono, mengatakan setiap laporan dugaan keracunan akan langsung ditindaklanjuti melalui penghentian sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pemeriksaan sampel makanan di laboratorium, serta investigasi untuk mengetahui penyebab kejadian. Menurutnya, evaluasi dilakukan agar insiden serupa tidak terus berulang.

Sebagai bagian dari perbaikan tata kelola, BGN akan memperbarui petunjuk teknis pelaksanaan program, termasuk standar pengolahan makanan, jadwal memasak, prosedur dapur, hingga pemanfaatan sistem digital untuk memantau proses produksi makanan di setiap SPPG.

BGN juga akan menerapkan kebijakan baru berupa pencantuman batas waktu konsumsi pada setiap wadah makanan MBG. Langkah ini diambil untuk mengurangi risiko makanan dikonsumsi setelah melewati masa aman, terutama oleh siswa yang membawa pulang makanan untuk disantap di rumah.

Selain itu, Sudaryono menilai masih ditemukannya kasus keracunan dipengaruhi oleh kurangnya kepatuhan terhadap standar operasional yang telah ditetapkan. Karena itu, BGN mulai menerapkan sistem sanksi bertingkat bagi dapur yang terbukti melakukan pelanggaran, mulai dari penghentian operasional sementara selama 10 hingga 30 hari, hingga pencabutan izin operasional secara permanen apabila pelanggaran terus berulang.

Apabila hasil investigasi menemukan adanya unsur kesengajaan atau tindakan sabotase, BGN memastikan kasus tersebut akan diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk memperkuat pengawasan, BGN juga membuka saluran pengaduan bagi masyarakat agar setiap dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat segera dilaporkan dan ditindaklanjuti. Pemerintah berharap berbagai langkah tersebut mampu meningkatkan kualitas penyelenggaraan program sekaligus mencegah terulangnya kasus keracunan di masa mendatang.

Sumber: Kompas.com

Post a comment

Your email address will not be published.

Related Posts