9:00 - 16:00 WIB
Senin - Sabtu
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa lulusan Sekolah Rakyat diharapkan tidak berhenti menempuh pendidikan setelah menyelesaikan jenjang sekolah menengah atas. Pemerintah menargetkan para lulusan mampu melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi atau memiliki kompetensi yang cukup untuk memasuki dunia kerja sebagai tenaga terampil.
Pesan tersebut disampaikan Saifullah Yusuf saat membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 bagi peserta didik baru di Sekolah Rakyat permanen Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Menurutnya, Sekolah Rakyat dirancang tidak hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga membekali peserta didik dengan keterampilan yang mendukung masa depan mereka.
Ia menjelaskan bahwa siswa yang memiliki minat untuk bekerja setelah lulus akan dipersiapkan dengan berbagai kompetensi, termasuk penguatan kemampuan bahasa asing bagi mereka yang ingin berkarier di luar negeri sebagai tenaga profesional maupun pekerja terampil.
Sementara itu, peserta didik yang menyelesaikan pendidikan pada jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Sekolah Rakyat akan memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat berikutnya di lingkungan sekolah yang sama. Adapun siswa dengan prestasi akademik yang menonjol akan diarahkan untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Garuda sebagai bagian dari pengembangan talenta.
Mensos juga mengingatkan seluruh kepala sekolah, guru, wali asrama, dan tenaga kependidikan agar memberikan pendampingan yang mengedepankan empati serta kasih sayang. Menurutnya, setiap peserta didik memiliki potensi dan karakter yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan pendidikan yang menghargai keunikan masing-masing.
Ia menilai keberhasilan Sekolah Rakyat tidak hanya ditentukan oleh kualitas pembelajaran, tetapi juga oleh lingkungan yang mampu memberikan rasa aman, perhatian, dan dukungan kepada setiap siswa selama menjalani proses pendidikan.
Pelaksanaan MPLS Sekolah Rakyat tahun ajaran 2026/2027 dimulai secara bertahap. Gelombang pertama dilaksanakan pada 14 Juli 2026 di 19 lokasi gedung permanen, kemudian dilanjutkan gelombang kedua pada 31 Juli di 63 lokasi, serta gelombang ketiga pada 15 Agustus di delapan Sekolah Rakyat rintisan yang berada di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Selama MPLS, peserta didik mengikuti berbagai kegiatan awal, termasuk pemeriksaan kesehatan dan pemetaan bakat melalui tes DNA Talent. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengenali potensi setiap siswa sejak awal sehingga proses pembelajaran dan pembinaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta kemampuan masing-masing peserta didik.
Melalui program Sekolah Rakyat, pemerintah berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan, tetapi juga memiliki bekal kompetensi, karakter, dan keterampilan yang mampu membuka jalan menuju pendidikan tinggi maupun dunia kerja yang lebih kompetitif.
Sumber: Kompas.com
PT. Indonesia Emas Group (IEG) adalah perusahaan holding yang bergerak dalam bidang pendidikan dan industri kreatif, IEG memiliki beragam bisnis yang saling mendukung meliputi penerbitan dan percetakan, pengadaan alat tulis kantor (ATK), distribusi buku fisik dan digital, serta pengadaan alat peraga pendidikan. Perusahaan ini juga bergerak dalam layanan konsultan pendidikan, serta menyediakan kursus dan pelatihan untuk mendukung pengembangan kompetensi dan keterampilan sumber daya manusia (SDM) di berbagai instansi.
Selengkapnya