Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membuka opsi pembelajaran dari rumah bagi siswa di wilayah Kalimantan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kebijakan tersebut dapat diterapkan sementara selama kondisi di sekitar sekolah masih terdampak asap dan proses pemadaman belum selesai.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, sejumlah pemerintah daerah telah mengeluarkan surat edaran agar sekolah yang terdampak karhutla menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk memastikan keselamatan siswa tetap menjadi prioritas.

Mu’ti menjelaskan, kegiatan belajar tidak harus dihentikan meskipun siswa tidak dapat datang langsung ke sekolah. Dengan memanfaatkan fasilitas pembelajaran yang tersedia, proses pendidikan dapat tetap berlangsung dari rumah hingga kondisi kembali aman.

“Kemudian sambil menunggu proses pemadaman ini betul-betul selesai, anak-anak tetap belajar di rumah agar mereka tetap selamat,” ujar Mu’ti di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Kemendikdasmen sebelumnya juga telah mengingatkan pemerintah daerah dan satuan pendidikan agar mempertimbangkan kondisi lingkungan sebelum melaksanakan pembelajaran tatap muka. Faktor keselamatan dan kesehatan peserta didik menjadi pertimbangan utama dalam menentukan metode pembelajaran selama karhutla berlangsung.

Karhutla saat ini masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan. Kalimantan Barat (Kalbar) tercatat sebagai provinsi dengan luas karhutla terbesar secara nasional sepanjang Januari-Juni 2026. Berdasarkan data Kementerian Kehutanan, luas karhutla di Kalbar pada periode tersebut mencapai 28.680,47 hektare.

Selain Kalbar, sejumlah wilayah lain di Kalimantan juga masih menghadapi persoalan kebakaran hutan dan lahan. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan pendidikan, terutama ketika kualitas udara menurun akibat asap.

Di Kalimantan Selatan, misalnya, luas karhutla pada Januari-Juni 2026 tercatat mencapai 383,07 hektare. Pemantauan juga menemukan 177 titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang hingga tinggi yang tersebar di sejumlah wilayah.

Dengan kondisi tersebut, Kemendikdasmen menilai pembelajaran jarak jauh dapat menjadi alternatif sementara bagi sekolah yang berada di wilayah terdampak. Kebijakan pembelajaran akan disesuaikan kembali setelah situasi dinyatakan aman dan aktivitas sekolah dapat berlangsung secara normal.

Sumber: Kompas.com

Post a comment

Your email address will not be published.

Related Posts