Pemerintah menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pemain penting dalam perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di tingkat global. Untuk mewujudkan hal tersebut, pengembangan AI dinilai harus dibangun berdasarkan keunggulan yang dimiliki Indonesia, terutama pada sektor data, riset, dan pengembangan sumber daya manusia.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, mengatakan bahwa kemajuan teknologi AI tidak hanya bergantung pada kecanggihan algoritma atau kekuatan komputasi, tetapi juga ditentukan oleh ketersediaan data yang berkualitas. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar karena memiliki kekayaan data dari berbagai sektor yang dapat dimanfaatkan sebagai fondasi pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan.

Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga elemen utama dalam pengembangan AI, yaitu algoritma, daya komputasi (computing power), dan data. Dari ketiga komponen tersebut, Indonesia dinilai memiliki peluang paling besar pada aspek data yang dapat menjadi modal strategis untuk menciptakan inovasi sekaligus meningkatkan daya saing nasional.

Stella menekankan bahwa arah pembangunan AI perlu disesuaikan dengan karakteristik dan potensi yang dimiliki Indonesia. Dengan menentukan prioritas yang tepat, Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pengembangan solusi AI yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan industri.

Menurutnya, pemanfaatan data secara optimal juga dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan lembaga riset. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat lahirnya inovasi sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem AI global yang terus berkembang.

Pandangan tersebut disampaikan Stella Christie saat menjadi pembicara dalam sesi Fireside Chat bertema Education and AI pada forum Sino-Indonesian Next Generation Dialogue (SINGD) 2026. Forum tersebut mempertemukan akademisi, pemimpin muda, pelaku industri, serta pembuat kebijakan dari Indonesia dan Tiongkok untuk membahas kerja sama di bidang pendidikan, sains, teknologi, dan inovasi.

Selain menyoroti perkembangan AI, Stella juga menegaskan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak dapat dicapai tanpa investasi yang berkelanjutan. Penguatan pendidikan tinggi, pengembangan talenta unggul, serta dukungan terhadap kegiatan riset dinilai menjadi fondasi utama untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tengah percepatan transformasi teknologi global.

Melalui strategi yang mengedepankan kekuatan nasional dan investasi jangka panjang pada sumber daya manusia, pemerintah berharap Indonesia mampu mengambil peran yang lebih besar dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan sekaligus menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat bagi pembangunan nasional.

Sumber: Kompas.com

Post a comment

Your email address will not be published.

Related Posts