9:00 - 16:00 WIB
Senin - Sabtu
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti saintek) menegaskan bahwa tidak ada kewajiban bagi perguruan tinggi untuk mengganti nama program studi (prodi) Teknik menjadi Rekayasa. Penegasan ini disampaikan menyusul munculnya polemik terkait penggunaan istilah “Rekayasa” dalam sejumlah nomenklatur prodi baru.
Dalam penjelasan resminya, Kemendikti saintek menyebut istilah “Rekayasa” merupakan padanan resmi dari kata Engineering dalam bahasa Indonesia yang telah tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Meski demikian, pemerintah memastikan istilah “Teknik” tetap diakui dan tidak dihapus dari sistem pendidikan tinggi nasional.
Kemendikti saintek menjelaskan, prodi seperti Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro, hingga Teknik Industri tetap menjadi bagian penting dalam rumpun keilmuan engineering yang selama ini telah memiliki sejarah panjang dan pengakuan luas di Indonesia.
“Tidak terdapat kebijakan yang mewajibkan perguruan tinggi mengubah nomenklatur Teknik menjadi Rekayasa,” tulis Kemendikti saintek dalam keterangannya.
Pemerintah menilai penggunaan istilah Rekayasa lebih banyak diterapkan pada bidang-bidang multidisipliner dan teknologi baru yang berkembang saat ini. Beberapa di antaranya seperti Rekayasa Perangkat Lunak, Rekayasa Hayati, hingga Teknologi Rekayasa Material Maju.
Kebijakan yang tertuang dalam Kepdirjen Pendidikan Tinggi Nomor 96/B/KPT/2025 itu disebut hanya memberikan fleksibilitas kepada perguruan tinggi untuk memilih nomenklatur yang paling sesuai dengan pendekatan kurikulum dan pengembangan keilmuan masing-masing.
Kemendikti saintek juga mengimbau masyarakat akademik agar tidak mempertentangkan istilah Teknik dan Rekayasa. Keduanya dinilai berada dalam rumpun keilmuan yang sama dan sama-sama merepresentasikan bidang engineering.
Dengan demikian, perguruan tinggi tetap dapat mempertahankan nama prodi Teknik yang telah ada tanpa harus melakukan perubahan nomenklatur.
Sumber: Kompas.com
PT. Indonesia Emas Group (IEG) adalah perusahaan holding yang bergerak dalam bidang pendidikan dan industri kreatif, IEG memiliki beragam bisnis yang saling mendukung meliputi penerbitan dan percetakan, pengadaan alat tulis kantor (ATK), distribusi buku fisik dan digital, serta pengadaan alat peraga pendidikan. Perusahaan ini juga bergerak dalam layanan konsultan pendidikan, serta menyediakan kursus dan pelatihan untuk mendukung pengembangan kompetensi dan keterampilan sumber daya manusia (SDM) di berbagai instansi.
Selengkapnya