9:00 - 16:00 WIB
Senin - Sabtu
Jakarta — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa sekolah harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan bebas dari aksi perundungan (bullying). Pernyataan itu disampaikan dalam rangka menyoroti pentingnya kesehatan mental di masa kini dan mencegah tragedi yang dapat muncul dari ketidakpekaan terhadap kondisi siswa.
Dalam Rapat Koordinasi Nasional untuk percepatan penurunan stunting di Kementerian Kesehatan, Gibran menyampaikan bahwa kesehatan fisik siswa saja tidak cukup — kesehatan mental juga harus dijaga secara serius.
Wapres mengajak semua pemangku kepentingan — dari sekolah, guru, orang tua hingga masyarakat — untuk bersama-sama menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih peduli dan inklusif. “Sekolah itu harus menjadi tempat yang aman, nyaman bagi anak-anak kita,” ucapnya.
Salah satu sorotan penting dari Gibran adalah kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta, yang menurutnya mencerminkan betapa krusialnya mendeteksi tekanan psikologis yang dialami sebagian siswa. Ia menekankan perlunya kewaspadaan dan kepedulian agar insiden serupa tidak terulang.
Lebih jauh, Gibran menyerukan agar guru dan orang tua lebih peka terhadap perubahan perilaku anak. Menurutnya, tindakan perundungan bukan hanya persoalan fisik, melainkan masalah emosional dan psikologis yang bisa berakibat jangka panjang.
Gibran juga mengingatkan bahwa perlindungan terhadap murid harus diimbangi dengan perlindungan terhadap guru. Ia menegaskan pentingnya lingkungan sekolah yang harmonis: tidak hanya siswa terlindungi, tetapi juga guru agar bisa mendidik tanpa rasa takut diperlakukan tidak adil.
“Sekolah itu harus menjadi tempat yang aman, nyaman bagi anak-anak kita, tempat yang bebas dari perundungan.” Ucap Wapres Gibran Rakabuming
“Saya titip Bapak-Ibu agar saling menjaga, saling peka, dan saling mengingatkan agar kejadian perundungan di sekolah tidak terulang kembali.” Wapres Gibran
Seruan Wapres Gibran menjadi panggilan penting bagi seluruh elemen pendidikan untuk mewujudkan sekolah sebagai zona aman — bukan hanya fisik, tetapi juga batin. Dalam upaya membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya tahan, mencegah bullying bukanlah pilihan, melainkan keharusan. Semoga pesan ini menjadi titik awal perubahan budaya sekolah ke arah yang lebih manusiawi dan peduli.
PT. Indonesia Emas Group (IEG) adalah perusahaan holding yang bergerak dalam bidang pendidikan dan industri kreatif, IEG memiliki beragam bisnis yang saling mendukung meliputi penerbitan dan percetakan, pengadaan alat tulis kantor (ATK), distribusi buku fisik dan digital, serta pengadaan alat peraga pendidikan. Perusahaan ini juga bergerak dalam layanan konsultan pendidikan, serta menyediakan kursus dan pelatihan untuk mendukung pengembangan kompetensi dan keterampilan sumber daya manusia (SDM) di berbagai instansi.
Selengkapnya