9:00 - 16:00 WIB
Senin - Sabtu
Beasiswa LPDP tahun 2026 membawa sejumlah penyesuaian penting, mulai dari fokus program hingga pendekatan seleksi pada tahap 1 dan tahap 2. Pembaruan ini dirancang bukan untuk membatasi peluang, melainkan untuk menautkan pendidikan dengan kebutuhan strategis nasional.
LPDP menjelaskan bahwa mulai 2026, kebijakan beasiswa mengadopsi pendekatan berbasis minat studi serta relevansinya terhadap sektor industri prioritas Indonesia. Pendidikan diharapkan menghasilkan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa, sekaligus memperkuat sinergi dengan kementerian dan lembaga teknis dalam satu ekosistem bersama.
Pendaftaran Beasiswa LPDP 2026 Tahap 1 resmi dibuka sejak 22 Januari 2026. Meskipun terdapat perubahan skema, program beasiswa tetap diperuntukkan bagi jenjang magister (S2) dan doktor (S3).
Lima Perubahan Utama Beasiswa LPDP 2026
Mulai tahun ini, LPDP memprioritaskan pendanaan pada bidang STEM yang mendukung delapan sektor industri strategis nasional, yaitu:
Selain bidang STEM, LPDP juga membuka peluang pendanaan pada disiplin non-STEM yang relevan, seperti:
Untuk pendaftar dari rumpun sosial-humaniora (soshum), pendanaan difokuskan melalui Beasiswa SHARE. Program ini mencakup bidang:
Jika sebelumnya LPDP mengelompokkan program berdasarkan kategori pendaftar (umum, afirmasi, targeted), mulai 2026 seleksi dilakukan dengan pendekatan minat studi dan kontribusi strategis.
LPDP menegaskan bahwa jalur afirmasi dan targeted tetap tersedia, namun kini berfungsi sebagai kriteria pendaftar, bukan lagi nama program beasiswa.
Skema Perguruan Tinggi Utama Dunia (PTUD) kini diperbarui menjadi Program Universitas Unggulan. Melalui skema ini, LPDP menetapkan daftar kampus prioritas yang direkomendasikan untuk pendanaan.
Daftar universitas unggulan mencakup:
Asia:
Eropa:
Amerika:
Program ini dapat diakses oleh pendaftar Beasiswa STEM Industri Strategis dan Beasiswa SHARE.
Dengan skema baru, LPDP menghadirkan variasi program yang lebih beragam, antara lain:
Program kemitraan mencakup kolaborasi dengan berbagai universitas internasional seperti UNSW, NTU, Tsinghua University, University of Dundee, UST Korea, hingga program LPDP–Netherlands.
Selain itu, LPDP juga memperluas dukungan untuk jenjang sarjana (S1) melalui kerja sama dengan:
Melalui penyesuaian ini, LPDP berharap dapat memperkuat keterkaitan antara investasi pendidikan dan kebutuhan pembangunan nasional.
Sumber: Kompas.com
PT. Indonesia Emas Group (IEG) adalah perusahaan holding yang bergerak dalam bidang pendidikan dan industri kreatif, IEG memiliki beragam bisnis yang saling mendukung meliputi penerbitan dan percetakan, pengadaan alat tulis kantor (ATK), distribusi buku fisik dan digital, serta pengadaan alat peraga pendidikan. Perusahaan ini juga bergerak dalam layanan konsultan pendidikan, serta menyediakan kursus dan pelatihan untuk mendukung pengembangan kompetensi dan keterampilan sumber daya manusia (SDM) di berbagai instansi.
Selengkapnya