Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv meminta Kementerian Keuangan segera mencairkan anggaran operasional sebesar Rp290,9 miliar untuk mendukung pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menurutnya, pencairan anggaran tersebut perlu dipercepat karena kebakaran masih terjadi di sejumlah wilayah, terutama di Kalimantan.

Rajiv menilai kondisi di lapangan membutuhkan penanganan yang lebih cepat dan terkoordinasi. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sejumlah titik karhutla kembali muncul di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Kebakaran tercatat terjadi di Kecamatan Tanah Grogot, Batu Sopang, dan Batu Engau dengan total area terdampak sekitar 25,29 hektare.

Karhutla juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara pada sejumlah wilayah, seperti Loa Kulu, Tenggarong, Sanga-Sanga, Muara Muntai, Muara Jawa, dan Kota Bangun. Luas lahan yang terbakar dalam kejadian tersebut mencapai sekitar 49,55 hektare, dengan area terbesar berada di Kelurahan Pendingin yang mencapai 42 hektare.

Melihat masih munculnya titik kebakaran, Rajiv mendorong pemerintah mengambil langkah penanganan yang lebih agresif. Ia menilai karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga mulai mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas pendidikan, transportasi, hingga perekonomian.

Selain mempercepat pencairan anggaran, pemerintah juga diminta memperkuat koordinasi antara Kementerian Kehutanan, Manggala Agni, TNI-Polri, BNPB, dan pemerintah daerah. Sistem pendinginan dini serta patroli di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi dinilai penting untuk mencegah api semakin meluas.

Upaya pencegahan juga perlu dilakukan dengan meningkatkan sosialisasi mengenai larangan pembakaran lahan kepada masyarakat dan perusahaan. Di sisi lain, penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti menyebabkan kebakaran harus tetap berjalan bersamaan dengan proses penanganan dan pemulihan lingkungan.

Setelah api berhasil dikendalikan, pemerintah juga didorong melakukan pemulihan terhadap kawasan terdampak, termasuk melalui penanaman kembali hutan dan lahan yang rusak. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekosistem sekaligus memperkuat pencegahan karhutla di masa mendatang.

Sumber: Kompas.com

Post a comment

Your email address will not be published.

Related Posts