9:00 - 16:00 WIB
Senin - Sabtu
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) terus memantau perkembangan kondisi perguruan tinggi di Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores. Pemantauan dilakukan bersama LLDIKTI Wilayah XV, pemerintah daerah, serta berbagai perguruan tinggi untuk memastikan keselamatan sivitas akademika sekaligus menjaga keberlangsungan kegiatan akademik.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwa keselamatan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan menjadi prioritas utama dalam penanganan pascabencana. Di sisi lain, proses pembelajaran tetap diupayakan berlangsung melalui penyesuaian yang sesuai dengan kondisi di masing-masing wilayah terdampak.
Berdasarkan laporan sementara, beberapa perguruan tinggi mengalami kerusakan ringan pada fasilitas kampus. Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa melaporkan adanya kerusakan ringan, sementara Politeknik ElBajo Commodus mengalami kerusakan pada bagian plafon ruang perkuliahan. LLDIKTI Wilayah XV juga telah meminta seluruh perguruan tinggi swasta melakukan pendataan kondisi kampus dan memastikan keamanan sivitas akademika.
Sejumlah perguruan tinggi di NTT maupun luar daerah turut bergerak memberikan bantuan kemanusiaan. Berbagai kampus membuka posko tanggap darurat, mengirim relawan, tenaga medis, psikolog, serta menyalurkan bantuan logistik bagi masyarakat yang terdampak gempa.
Kemendikti Saintek juga memberikan perhatian khusus kepada mahasiswa yang sedang menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah terdampak. Puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dilaporkan dalam kondisi selamat dan telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman bersama masyarakat setempat.
Untuk menjaga kelangsungan pendidikan, perguruan tinggi diperkenankan menerapkan pembelajaran jarak jauh atau metode pembelajaran alternatif apabila kondisi infrastruktur memungkinkan. Penyesuaian juga dapat dilakukan terhadap jadwal kuliah, praktikum, ujian, penelitian, hingga tugas akhir agar mahasiswa tidak dirugikan akibat situasi darurat.
Kemendikti Saintek menegaskan akan terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan selama masa pemulihan, sehingga proses pendidikan tinggi tetap berjalan tanpa mengesampingkan aspek keselamatan sivitas akademika maupun dukungan kepada masyarakat terdampak bencana.
Sumber: Kompas.com
PT. Indonesia Emas Group (IEG) adalah perusahaan holding yang bergerak dalam bidang pendidikan dan industri kreatif, IEG memiliki beragam bisnis yang saling mendukung meliputi penerbitan dan percetakan, pengadaan alat tulis kantor (ATK), distribusi buku fisik dan digital, serta pengadaan alat peraga pendidikan. Perusahaan ini juga bergerak dalam layanan konsultan pendidikan, serta menyediakan kursus dan pelatihan untuk mendukung pengembangan kompetensi dan keterampilan sumber daya manusia (SDM) di berbagai instansi.
Selengkapnya