Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyampaikan bahwa hasil Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 dijadwalkan akan diumumkan pada penghujung tahun 2026. Publikasi tersebut dinilai menjadi salah satu tolok ukur penting untuk melihat perkembangan kualitas pendidikan Indonesia dibandingkan dengan negara-negara lain yang berpartisipasi dalam asesmen internasional tersebut.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menjelaskan bahwa meskipun pelaksanaan PISA telah berlangsung pada 2025, proses pengolahan data masih dilakukan oleh penyelenggara internasional sehingga hasil resminya baru akan dipublikasikan pada akhir tahun ini.

Menurut Suharti, hasil PISA sebelumnya masih menunjukkan bahwa kemampuan literasi dan numerasi peserta didik Indonesia berada di bawah rata-rata sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara maupun negara-negara anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Kondisi tersebut menjadi tantangan besar yang harus terus diatasi melalui berbagai kebijakan peningkatan mutu pendidikan.

Data Asesmen Nasional juga memperlihatkan bahwa belum seluruh peserta didik berhasil mencapai standar kompetensi minimum dalam bidang literasi dan numerasi. Oleh karena itu, pemerintah menempatkan peningkatan kualitas pembelajaran sebagai salah satu prioritas utama dalam pembangunan sektor pendidikan.

Kemendikdasmen menegaskan bahwa berbagai program peningkatan mutu pendidikan akan terus diperkuat guna mendorong peningkatan kemampuan dasar peserta didik. Upaya tersebut diharapkan mampu menghasilkan perbaikan capaian Indonesia pada asesmen internasional sekaligus mempersempit kesenjangan kualitas pendidikan dengan negara lain.

Pelaksanaan PISA 2025 sendiri menghadirkan sejumlah pembaruan dibandingkan edisi sebelumnya. Selain tetap mengukur kemampuan membaca, matematika, dan sains dengan fokus utama pada bidang sains, asesmen kali ini juga memperkenalkan penilaian baru mengenai kemampuan belajar di dunia digital sebagai domain inovatif.

Tidak hanya itu, PISA 2025 juga mulai memasukkan penilaian kemampuan bahasa Inggris sebagai bahasa asing yang mencakup keterampilan membaca, berbicara, dan mendengarkan. Penambahan indikator tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kesiapan peserta didik dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital dan global.

Hasil PISA 2025 nantinya akan menjadi acuan penting dalam mengevaluasi efektivitas berbagai kebijakan pendidikan yang telah diterapkan. Pemerintah berharap capaian Indonesia menunjukkan tren positif sehingga dapat memperkuat daya saing sumber daya manusia sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan nasional secara berkelanjutan.

Sumber: Kompas.com

Post a comment

Your email address will not be published.

Related Posts