9:00 - 16:00 WIB
Senin - Sabtu
Program Kepala Desa Masuk Kampus angkatan pertama resmi ditutup setelah diikuti ratusan kepala desa dari berbagai daerah di Indonesia. Inisiatif yang merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Dalam Negeri dan Universitas Indonesia (UI) ini menjadi salah satu langkah pemerintah dalam meningkatkan kapasitas kepemimpinan aparatur desa agar mampu menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
Sebanyak 434 kepala desa dari 162 kabupaten dan kota di 20 provinsi mengikuti program penguatan kapasitas tersebut. Selama mengikuti kegiatan, para peserta memperoleh pembelajaran yang dirancang untuk memperkuat kemampuan dalam mengelola pemerintahan desa secara profesional, transparan, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri, La Ode Ahmad P. Bolombo, menegaskan bahwa kepala desa saat ini dituntut tidak hanya menjadi pemimpin administratif, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak pembangunan di tengah perubahan sosial, ekonomi, dan perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.
Materi pembelajaran yang diberikan mencakup berbagai sektor strategis, seperti pertanian, perkebunan, pariwisata, ekonomi desa, pembangunan infrastruktur, mitigasi bencana, kesehatan, pendidikan, digitalisasi, hingga pengembangan sektor perikanan dan peternakan. Setiap kelompok peserta mendapatkan pendampingan langsung dari dosen Universitas Indonesia serta fasilitator untuk memastikan proses pembelajaran berlangsung secara efektif.
Dalam penutupan program, pemerintah menyampaikan apresiasi kepada Universitas Indonesia atas dukungan dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. Semangat belajar dan komitmen para kepala desa selama mengikuti seluruh rangkaian pelatihan juga dinilai menjadi modal penting dalam mendorong transformasi tata kelola pemerintahan desa.
La Ode berharap ilmu, pengalaman, dan jejaring yang diperoleh selama mengikuti program tidak berhenti sebagai pengetahuan semata, tetapi mampu diterapkan dalam penyelenggaraan pemerintahan di daerah masing-masing. Para kepala desa didorong menjadi agen perubahan yang mampu melahirkan berbagai inovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mengembangkan potensi ekonomi lokal.
Sebagai tindak lanjut, setiap peserta diharapkan segera menyusun rencana aksi yang dapat diterapkan di wilayahnya. Pemerintah juga mendorong terbangunnya kolaborasi antara pemerintah desa, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat agar pembangunan desa dapat berjalan secara berkelanjutan.
Program ini diharapkan menjadi fondasi bagi peningkatan kompetensi aparatur desa di masa mendatang. Melalui kepemimpinan yang lebih inovatif, profesional, dan berbasis kolaborasi, para lulusan Program Kepala Desa Masuk Kampus diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi kepala desa lainnya dalam mewujudkan desa yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.
Sumber: Kompas.com
PT. Indonesia Emas Group (IEG) adalah perusahaan holding yang bergerak dalam bidang pendidikan dan industri kreatif, IEG memiliki beragam bisnis yang saling mendukung meliputi penerbitan dan percetakan, pengadaan alat tulis kantor (ATK), distribusi buku fisik dan digital, serta pengadaan alat peraga pendidikan. Perusahaan ini juga bergerak dalam layanan konsultan pendidikan, serta menyediakan kursus dan pelatihan untuk mendukung pengembangan kompetensi dan keterampilan sumber daya manusia (SDM) di berbagai instansi.
Selengkapnya